Archive for the ‘ Artikel ’ Category

BPR dan Pegadaian Saling Menghadang

bpr-kota-kediri

logo-pegadaian2

Kinerja BPR lima tahun terakhir memang bertumbuh. Tapi, kestabilan pertumbuhan kinerja BPR akan diuji dengan persaingan yang kian ketat. Bagaimana tingkat persaingan BPR dengan Pegadaian? Tofik Iskandar

DALAM lima tahun terakhir (2005-2009) kegiatan usaha bank perkreditan rakyat (BPR) ternyata tumbuh begitu dinamis. Padahal, selama periode tersebut pasar usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), yang merupakan sumber penghidupan kegiatan usaha BPR, boleh dibilang telah diserobot di sana sini oleh para pesaingnya, baik oleh bank umum yang punya dodolan sama dengan BPR maupun lembaga keuangan mikro lain.

Read the rest of this entry »

200022288-001

Jakarta - Survei menunjukkan setengah dari wanita Indonesia tidak memiliki rencana keuangan. Padahal wanita merupakan ‘Direktur Keuangan’ yang memiliki posisi paling penting dalam keluarga.

Padahal emansipasi wanita kini sudah menjadi hal yang tak terbantahkan lagi. Saat ini, semangat Kartini dicerminkan melalui peran wanita Indonesia dalam bentuk pergerakan hak dan keadilan yang diekspresikan di kehidupan ekonomi, sosial dan politik, namun untuk permasalahan keuangan, boleh dibilang para kaum hawa tidak memiliki kompetensi yang sepadan.
Read the rest of this entry »

RENUNGAN PASCA UNJUK RASA DI PD. BPR KOTA KEDIRI

renungan-bpr-kota2

Sebagaimana yang ditetapkan dalam visi & misi BPR Kota Kediri “ Menjadi BPR Primadona dengan Pelayanan Prima, sehingga dapat berkembang berdasarkan air mengalir sampai jauh dengan didukung 2(dua) Kantor Cabang dan 7 (tujuh) Kantor Kas merupakan ujud nyata peran BPR Kota Kediri membantu pelaku UMKM.

Hasil kerja yang telah dicapai dapat dilihat di www.bprkotakediri.com dalam profil dan aktivitas yang telah dimiliki sesuai perkembangan sejak tahun 2003 sampai 2009 secara jelas, pasti dan gamblang memiliki performen yang tidak diragukan lagi.

Kita maklumi setiap perjalan hidup manusia tidak terlepas dari cobaan dan rintangan, begitu juga perjalanan usaha BPR Kota Kediri maupun usaha dibidang manapun pasti, akan mengalami hal yang serupa. Hal ini setiap orang harus menyakini, bahwa Tuhan selalu melindungi, membibing dan mengarahkan mana yang terbaik dalam menjalankan tugas yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat umum khususnya bagi pelaku UMKM, karena kepentingan umum lebih penting dari pada kepentingan pribadi, individu maupun golongan.

Dengan adanya unjuk rasa yang bertujuan agar Direktur Utama Mundur dari jabatan, kita sama tahu bahwa mekanisme masa jabatan telah diatur dalam anggaran dasar perusahaan dan melalui fit and proper tes Bank Indonesia yang akhirnya dapat persetujuan dari DPRD. Secara tegas mekanisme telah diatur dan harus kita taati bersama secara santun manusiawi dan dapat diterima oleh semua pihak khususnya masyarakat yang memiliki dana dalam bentuk Deposito dan Tabungan di BPR Kota Kediri.

Sikap santun merupakan warisan dan budaya bersumber dari nenek moyang bangsa Indonesia yang perlu kita lestarikan bersama, sehingga dapat memperoleh kebenaran secara nyata, berkesinambungan, turun temurun, mewarisi watak, sikap dan budaya asli bangsa Indonesia. Mari kita wujudkan dalam bekerja selalu mencari yang terbaik dan tidak mencari kesalahan pihak manapun, sehingga visi-misi yang dicanangkan dapat tercapai dengan lancar tanpa hambatan yang akhirnya dapat memenuhi kepentingan masyarakat secara menyeluruh.

Bekerja secara focus sebagai ujud nyata pengabdian kita selama masih hidup dan jabatan merupakan amanah dari Allah SWT, yang perlu kita jalani secara iklas dan tulus tanpa adanya tendensi kepentingan pribadi yang mengakibatkan orang lain menderita/tertindas akibat ulah kita yang tidak bertanggung jawab dapat memutus rantai rejeki, kelancaran berusaha bagi anak turun yang kita miliki.

Gambaran kondisi asset tahun 2007 sebesar 37 milyar, dengan adanya unjuk rasa tanggal 16 Juli 2008 kondisi asset akhir tahun 2008 terjadi penurunan mencapai 2% (36 Milyar)dan sampai akhir tahun 2009 mengalami kenaikan sebesar 14% (44 milyar), diharapkan sampai akhir tahun 2010 karena adanya unjuk rasa tanggal 4 Februari 2010 mudah-mudahan tidak terjadi penurunan dan dapat bertahan minimal sama dengan kondisi asset tahun 2009 dan apabila Tuhan mengendaki Insyaallah juga akan terjadi kenaikan.

Kediri, 9 Februari 2010

Tri Waspodo, SE, MM

Gajah Bertarung, BPR Terjepit di Tengah

umkm

Pertumbuhan kredit UMKM BPR gelagatnya mulai melambat. Apalagi porsinya pun sulit untuk bisa menembus angka 5%. Sementara, persoalan yang harus dihadapi BPR bukannya berkurang, malah terus bertambah. Tofik Iskandar

ADA gula ada semut, peribahasa yang sudah umum ini barangkali sangat klop menggambarkan hiruk-pikuk kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di industri perbankan nasional. Pasalnya, kini baik bank umum kelas berat, kelas menengah, kelas ringan, maupun bank akar rumput (grass roots) alias bank perkreditan rakyat (BPR), semuanya ramai-ramai menyemuti kue kredit UMKM.

Tak bisa dipungkiri bahwa rasa manis yang tak pernah hilang dari buah kredit UMKM merupakan pemikat kenapa bank-bank menjadi sangat suka mengerumuninya. Padahal, jauh sebelum kondisinya seperti saat ini, hanya BPR dan beberapa bank umum yang mau bercocok tanam di bisnis kredit UMKM. Lantaran mayoritas bank umum ketika itu lebih sudi dan lebih tertarik menyalurkan kredit untuk sektor korporasi ketimbang ke sektor UMKM.

Read the rest of this entry »

BPR Terancam Tumbuh Negatif

innovation

BPR masih menyisakan peluang pembiayaan sekaligus margin keuntungan yang sangat besar. Tapi, BPR mesti berupaya maksimal untuk terus menggali ide di tengah persaingan ketat. BPR juga harus terus melakukan inovasi tiada henti. Edy Poernomo Santoso

BANK perkreditan rakyat (BPR) sebagai lembaga intermediasi keuangan mikro berada dalam kondisi yang kurang menguntungkan dengan masuknya bank-bank umum melalui divisi keuangan mikro sebagai pesaing, seperti Bank Danamon melalui Danamon Simpan Pinjam (DSP) dan Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) melalui Mitra Usaha Rakyat (MUR). Padahal, secara kepemilikan, kedua bank tersebut telah dalam penguasaan asing, yaitu Temasek Holdings (Singapura) untuk Bank Danamon dan Texas Pacific Group (Amerika Serikat) untuk Bank BTPN.
Read the rest of this entry »

Harga Mati untuk Teknologi bagi BPR

061130_atm_hmed_12p.jpg

Untuk meningkatkan mutu, BPR harus mempersenjatai diri dengan teknologi yang memadai. Terlebih, jika BPR ingin menambah keuntungan dari DPK. Se-jauh mana keseriusan BPR mengimplementasikan TI? Devi P.Wihardjo

SEKARANG ini teknologi dan informasi sudah seperti hidangan pokok sama halnya dengan makanan. Mobilisasi manusia dan teknologi berjalan beriringan sesuai dengan tuntutan zaman dan kebutuhan manusia. Bank perkreditan rakyat (BPR) semestinya juga mengikuti perkembangan yang ada. Supaya mampu menggandeng lebih banyak nasabah, BPR harus mampu menawarkan program yang menguntungkan masyarakat.
Read the rest of this entry »

Adu Gesit BPR dan Bank Umum

bpr

Mendongkrak daya saing mutlak dilakukan BPR untuk mendapatkan kepercayaan masyarakat. Apa yang harus dilakukan BPR agar tetap percaya diri menghadapi persaingan?

SEBAGAI kekuatan pendorong perekonomian nasional, terutama di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), bank perkreditan rakyat (BPR) dapat dikatakan tahan banting. Beberapa waktu lalu, ketika banyak bank umum cemas akibat krisis, BPR tetap tenang melangkah. Kiprah-nya dalam perekonomian nasional tidak dapat dianggap enteng, terutama untuk sektor usaha yang kesulitan mendapatkan pinjaman dari bank-bank besar, seperti UMKM.
Read the rest of this entry »