Archive for December, 2009

BPR Terancam Tumbuh Negatif

innovation

BPR masih menyisakan peluang pembiayaan sekaligus margin keuntungan yang sangat besar. Tapi, BPR mesti berupaya maksimal untuk terus menggali ide di tengah persaingan ketat. BPR juga harus terus melakukan inovasi tiada henti. Edy Poernomo Santoso

BANK perkreditan rakyat (BPR) sebagai lembaga intermediasi keuangan mikro berada dalam kondisi yang kurang menguntungkan dengan masuknya bank-bank umum melalui divisi keuangan mikro sebagai pesaing, seperti Bank Danamon melalui Danamon Simpan Pinjam (DSP) dan Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) melalui Mitra Usaha Rakyat (MUR). Padahal, secara kepemilikan, kedua bank tersebut telah dalam penguasaan asing, yaitu Temasek Holdings (Singapura) untuk Bank Danamon dan Texas Pacific Group (Amerika Serikat) untuk Bank BTPN.
Read the rest of this entry »

Gawat, BPR Makin Terdesak

profit-bank

Kinerja BPR pada 2009 memang sedikit tertekan akibat krisis keuangan global. Tapi, dengan berbagai upaya perbaikan, BPR masih berpeluang untuk bangkit dan berkembang pada tahun depan.

SEGENAP pelaku bank perkreditan rakyat (BPR) pastinya ingin mencapai hasil kerja tahunan yang lebih baik dari tahun sebelumnya. Tolok ukurnya adalah laba. Namun, persoalannya, selama 2009, BPR tampak kesulitan menggenjot pertumbuhan laba. Hal itu tercermin dari pencapaian laba BPR per Agustus 2009.
Read the rest of this entry »

18 BPR Tutup Sepanjang 2009, Asosiasi Minta BI Lebih Selektif

ecommerce_fraud

JAKARTA. Perhumpunan Bank Perkreditan Rakyat (Perbarindo) meminta Bank Indonesia untuk melakukan pengawasan terhadap Bank Perkreditan Rakyat (BPR) sejak rencana pendirian BPR diajukan.

Hal ini dikatakan Ketua Umum Perbarindo Said Hartono menanggapi 18 BPR yang telah dilikuidasi oleh Lempaga Penjamin Simpanan (LPS).
Read the rest of this entry »

BI Tetap Larang Asing Masuk BPR

bi-2009-investor-asing-garap-perbankan-syariah

JAKARTA. Liberalisasi industri keuangan negara anggota ASEAN akan berlaku 2015. Bank Indonesia memastikan liberalisasi ini tidak akan menyentuh industri Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Sebab Bank Indonesia (BI) akan melarang kepemilikan asing di industri BPR.

“Para bankir BPR jangan khawatir, akan kami jaga. Permodalan dan karyawan di BPR tetap harus milik Warga Negara Indonesia,” kata Deputi Direktur Direktorat Kredit BPR dan Usaha Mikro Kecil Menengah BI, Khairil Anwar, dalam seminar Menyongsong Peluang dan Tantangan Industri BPR Tahun 2010, di Jakarta, Senin (7/12).
Read the rest of this entry »

Harga Mati untuk Teknologi bagi BPR

061130_atm_hmed_12p.jpg

Untuk meningkatkan mutu, BPR harus mempersenjatai diri dengan teknologi yang memadai. Terlebih, jika BPR ingin menambah keuntungan dari DPK. Se-jauh mana keseriusan BPR mengimplementasikan TI? Devi P.Wihardjo

SEKARANG ini teknologi dan informasi sudah seperti hidangan pokok sama halnya dengan makanan. Mobilisasi manusia dan teknologi berjalan beriringan sesuai dengan tuntutan zaman dan kebutuhan manusia. Bank perkreditan rakyat (BPR) semestinya juga mengikuti perkembangan yang ada. Supaya mampu menggandeng lebih banyak nasabah, BPR harus mampu menawarkan program yang menguntungkan masyarakat.
Read the rest of this entry »

Adu Gesit BPR dan Bank Umum

bpr

Mendongkrak daya saing mutlak dilakukan BPR untuk mendapatkan kepercayaan masyarakat. Apa yang harus dilakukan BPR agar tetap percaya diri menghadapi persaingan?

SEBAGAI kekuatan pendorong perekonomian nasional, terutama di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), bank perkreditan rakyat (BPR) dapat dikatakan tahan banting. Beberapa waktu lalu, ketika banyak bank umum cemas akibat krisis, BPR tetap tenang melangkah. Kiprah-nya dalam perekonomian nasional tidak dapat dianggap enteng, terutama untuk sektor usaha yang kesulitan mendapatkan pinjaman dari bank-bank besar, seperti UMKM.
Read the rest of this entry »