
BPR masih menyisakan peluang pembiayaan sekaligus margin keuntungan yang sangat besar. Tapi, BPR mesti berupaya maksimal untuk terus menggali ide di tengah persaingan ketat. BPR juga harus terus melakukan inovasi tiada henti. Edy Poernomo Santoso
BANK perkreditan rakyat (BPR) sebagai lembaga intermediasi keuangan mikro berada dalam kondisi yang kurang menguntungkan dengan masuknya bank-bank umum melalui divisi keuangan mikro sebagai pesaing, seperti Bank Danamon melalui Danamon Simpan Pinjam (DSP) dan Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) melalui Mitra Usaha Rakyat (MUR). Padahal, secara kepemilikan, kedua bank tersebut telah dalam penguasaan asing, yaitu Temasek Holdings (Singapura) untuk Bank Danamon dan Texas Pacific Group (Amerika Serikat) untuk Bank BTPN.
Read the rest of this entry »





















