Archive for January, 2010

Pertumbuhan kredit UMKM BPR gelagatnya mulai melambat. Apalagi porsinya pun sulit untuk bisa menembus angka 5%. Sementara, persoalan yang harus dihadapi BPR bukannya berkurang, malah terus bertambah. Tofik Iskandar
ADA gula ada semut, peribahasa yang sudah umum ini barangkali sangat klop menggambarkan hiruk-pikuk kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di industri perbankan nasional. Pasalnya, kini baik bank umum kelas berat, kelas menengah, kelas ringan, maupun bank akar rumput (grass roots) alias bank perkreditan rakyat (BPR), semuanya ramai-ramai menyemuti kue kredit UMKM.
Tak bisa dipungkiri bahwa rasa manis yang tak pernah hilang dari buah kredit UMKM merupakan pemikat kenapa bank-bank menjadi sangat suka mengerumuninya. Padahal, jauh sebelum kondisinya seperti saat ini, hanya BPR dan beberapa bank umum yang mau bercocok tanam di bisnis kredit UMKM. Lantaran mayoritas bank umum ketika itu lebih sudi dan lebih tertarik menyalurkan kredit untuk sektor korporasi ketimbang ke sektor UMKM.


















